Logo
F B S H
Logo

Membangun Keberlanjutan Program AM & KKN Bina Desa: Sinergi Dosen, Pemerintah Desa, Sekolah, dan DUDI di Lombok Timur

Membangun Keberlanjutan Program AM & KKN Bina Desa: Sinergi Dosen, Pemerintah Desa, Sekolah, dan DUDI di Lombok Timur

SELONG| Kegiatan Refleksi, Evaluasi, dan Rencana Tindak Lanjut Asistensi Mengajar dan KKN Bina Desa diselenggarakan pada Senin, 2 Maret 2026, bertempat di aula Universitas Hamzanwadi. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain dosen pembimbing, kepala desa, kepala sekolah, perwakilan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), serta pengguna lulusan lainnya di wilayah Lombok Timur. Forum ini dirancang sebagai ruang akademik-partisipatoris untuk melakukan refleksi kritis terhadap pelaksanaan program sekaligus merumuskan langkah strategis penguatan kolaborasi pada periode berikutnya.

Dalam laporan pembukaannya, Ketua Panitia Asistensi Mengajar dan KKN Bina Desa, Baiq Rismarini Nursaly, M.Hum., menegaskan bahwa program AM-KKN merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang berorientasi pada penguatan kompetensi pedagogik, sosial, dan profesional mahasiswa. Ia memaparkan capaian program yang meliputi peningkatan kapasitas literasi dan numerasi peserta didik di sekolah mitra, optimalisasi administrasi dan layanan pendidikan, serta penguatan pemberdayaan masyarakat desa melalui pendekatan kolaboratif. Meski demikian, ia juga menggarisbawahi pentingnya evaluasi berkelanjutan guna memastikan kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan, dan luaran program.

Sambutan sekaligus arahan strategis disampaikan oleh Dekan, Muh. Jaelani Al Pansori, M.Pd. beliau menekankan bahwa refleksi dan evaluasi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan instrumen akademik untuk menjaga mutu dan relevansi tridarma perguruan tinggi. Menurutnya, program Asistensi Mengajar dan KKN Bina Desa harus terus dikembangkan dengan pendekatan berbasis kebutuhan (needs-based approach) serta memperkuat kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi, sekolah, pemerintah desa, dan DUDI. Ia juga menyoroti urgensi penyelarasan kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan riil masyarakat dan dunia kerja di Lombok Timur.

Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan paparan dan tanggapan dari para kepala desa dan kepala sekolah. Para pemangku kepentingan desa menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa dalam mendukung program literasi, penguatan administrasi desa, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat. Sementara itu, kepala sekolah menilai bahwa kehadiran mahasiswa asistensi mengajar memberikan dampak positif terhadap inovasi pembelajaran dan motivasi belajar siswa. Dari perspektif DUDI dan pengguna lulusan, disampaikan harapan agar program ini turut mengintegrasikan penguatan soft skills, etos kerja, dan adaptabilitas mahasiswa terhadap dinamika dunia profesional.

Hasil refleksi bersama mengidentifikasi sejumlah rekomendasi strategis, antara lain: (1) penguatan pembekalan pra-penempatan berbasis analisis kebutuhan lokasi, (2) peningkatan supervisi dan monitoring kolaboratif antara dosen dan mitra, (3) penyusunan instrumen evaluasi berbasis luaran terukur, serta (4) pengembangan model tindak lanjut pascaprogram yang berorientasi pada keberlanjutan dampak. Selain itu, disepakati perlunya forum komunikasi rutin antara perguruan tinggi dan mitra sebagai wahana sinkronisasi program dan kebutuhan lapangan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara perguruan tinggi dan pemangku kepentingan di Lombok Timur semakin kokoh. Refleksi dan evaluasi yang dilakukan secara komprehensif menjadi fondasi bagi perumusan rencana tindak lanjut yang lebih sistematis, adaptif, dan berkelanjutan. Program Asistensi Mengajar dan KKN Bina Desa diharapkan tidak hanya menjadi wahana pembelajaran mahasiswa, tetapi juga instrumen strategis dalam mendukung pembangunan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

WARTA-FBSH

Logo

Jl. TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid 132 Pancor Lombok Timur